This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 30 Mei 2013

Tari Saman Meuseukat,Tarian Khas Aceh


Foto: Tari Saman Meuseukat, Tarian Khas Aceh Dengan Gerakan Layaknya Tangan seribu

TARI Saman Meuseukat adalah dua tari yang disatukan yaitu Tari Saman dan Meuseukat (Rateb Meuseukat). Tari Saman dibawakan laki-laki dan pada mulanya terdapat di Aceh Tengah dan Aceh Tenggara. Sedangkan Meuseukat dimainkan perempuan, tari ini banyak di daerah Aceh Barat, Selatan dan Aceh Besar. Unsur-unsur lainnya kedua tari itu pada dasarnya sama.

Berdasarkan penjelasan dalam buku “Aceh Utara: Dari Kerajaan Samudera Pasai ke Era Industrialisasi”, Tari Saman dan Meuseukat merupakan adat acehl yang mulanya khusus diadakan dalam rangka hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid), dengan berdoa dan berzikir untuk nabi (Meurateb).

Meuseukat diambil dari nama Maskawaihi seorang ulama atau guru agama pada masa Hamzah Fansuri.

Saman dan Meuseukat dilakukan dalam posisi duduk oleh jumlah penari yang tidak terlalu terbatas pada mulanya, tetapi sekarang biasanya antara 10-13 orang.

Gerakan-gerakan badan yang dinamis dilakukan bersama dengan vokal oleh semua peserta. Tari Saman dan Meuseukat sekarang ini dikenal dengan nama Tari Tangan Seribu, karena banyak menggerakkan tangan yang serentak dan cepat.

Dalam Rampou Aceh, kedua tari itu disatukan sebagai Saman Meuseukat dan diangkat salah satu cuplikan dengan syair sebagai berikut:

Ie meupuseng diba le aruh
Geulumbang tujoh, saboh lam raya
Sarela ahe, ahe o ahe sarela ahe
Ahe he ahe, ie geu nyan nyan e..
Ie meupuseng
(gerak dan syair dilakukan dua kali)TARI Saman Meuseukat adalah dua tari yang disatukan yaitu Tari Saman dan Meuseukat (Rateb Meuseukat). Tari Saman dibawakan laki-laki dan pada mulanya terdapat di Aceh Tengah dan Aceh Tenggara. Sedangkan Meuseukat dimainkan perempuan, tari ini banyak di daerah Aceh Barat, Selatan dan Aceh Besar. Unsur-unsur lainnya kedua tari itu pada dasarnya sama.



Berdasarkan penjelasan dalam buku “Aceh Utara: Dari Kerajaan Samudera Pasai ke Era Industrialisasi”, Tari Saman dan Meuseukat merupakan adat acehl yang mulanya khusus diadakan dalam rangka hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid), dengan berdoa dan berzikir untuk nabi (Meurateb).

Selasa, 28 Mei 2013

Pulau Weh Sabang Tiada Hari Tanpa Pengunjung


Foto: Pulau Weh Sabang Tiada Hari Tanpa Pengunjung

Foto : Salah Satu Pantai Di Sabang ( Pantai Iboih, Sabang )

Sabang adalah sebuah kota yang paling ujung dan unik di propinsi aceh di sebuah pulau yang bernama Pulau Weh dulunya merupakan asrama jamaah haji sebelum diberangkatkan ke Mekkah, namun saat ini sudah menjadi daerah tujuan wisata dengan kawasan taman lautnya di kenal dengan indahnya laut dan terkenal dengan pelabuhan bebas. 

Pulau weh sabang berada di sebelah utara ibu kota propinsi aceh yaitu Banda Aceh dengan perjalanan kapal Fery sekitar 2,5 jam dan sekitar 50 menit dengan kapal cepat Express Bahari dengan jauh lebih kurang 16 mil. 

Sabang banyak terdapat pulau-pulau kecil yang menjadi tempat wisata yang banyak di kunjungi oleh wisatawan lokal dan manca negara, seperti pulau Rubiah, dll. Pulau Rubiah yang berada di sabang banyak di kunjungi masyarakat dan sudah terkenal ke manca negara. 

Pulau Rubiah memang tidak berpenghuni,tetapi disini juga banyak yang dapat dinikmati wisatawan seperti memancing,suasana pasir putih yang bersih dan  juga tersedia berbagai macam menu makanan,untuk menuju ke pulau Rubiah harus melakukan penyeberangan dengan menggunakan boat sewaan yang telah di sediakan oleh pemandu setempat dengan membayar mulai 150.000 sampai 400.000 tergantung boat dan tujuanya agar sampai ke pulai Rubiah dan mengelilingi pulau Rubiah.Di pulau Rubiah juga disewakan berbagai fasilitas seperti snokling, kamera nyelam dan perlengkapan nyelam dengan harga yang terjangkau mulai 40.000.

Akan tetapi, meskipun pesona alam bawah laut Pulau Rubiah ini terbuka untuk semua pengunjung, tetap ada peraturan beberapa larangan yang harus dipatuhi oleh para penyelam. Diantaranya adalah jangan menginjak karang, karena ditakutkan karang tersebut akan patah dan mati. Setiap pengunjung juga dilarang untuk mengambil apa saja yang adat di dalam laut dan dilarang untuk membuang sampah sembarangan untuk menjaga ekosisitem taman laut yang dilindungi.
Sabang adalah sebuah kota yang paling ujung dan unik di propinsi aceh di sebuah pulau yang bernama Pulau Weh dulunya merupakan asrama jamaah haji sebelum diberangkatkan ke Mekkah, namun saat ini sudah menjadi daerah tujuan wisata dengan kawasan taman lautnya di kenal dengan indahnya laut dan terkenal dengan pelabuhan bebas. 

RUMOH ADAT ACEH



Foto: RUMOH ADAT ACEH

Rumoh Aceh adalah rumah tradisional Aceh. Rumoh Aceh merupakan rumah panggung yang miliki tinggi beragam sesuai dengan arsitektur si pembuatnya, namun pada kebiasaannya memiliki ketinggian sekitar 2,5 - 3 meter dari atas tanah. Terdiri dari tiga atau lima ruangan di dalamnya, untuk ruang utama sering disebut dengan rambat.

Memasuki pintu utama rumoh Aceh, kita akan berhadapan dengan beberapa anak tangga yang terbuat dari kayu pada umumnya. Untuk tingginya sendiri, pintu tersebut pasti lebih rendah dari tinggi orang dewasa. Biasanya tinggi pintu sekitar 120 - 150 cm dan membuat siapa pun yang masuk harus sedikit merunduk, konon makna dari merunduk ini menurut orang-orang tua adalah sebuah penghormatan kepada tuan rumah saat memasuki rumahnya, siapa pun dia tanpa peduli derajat dan kedudukannya. Selain itu juga, ada yang menganggap pintu rumoh Aceh sebagai hati orang Aceh. Hal ini terlihat dari bentuk fisik pintu tersebut yang memang sulit untuk memasukinya, namun begitu kita masuk akan begitu lapang dada disambut oleh tuan rumah.

Saat berada di ruang depan ini atau disebut juga dengan seuramoe keu/seuramoe reungeun, akan kita dapati ruangan yang begitu luas dan lapang, tanpa ada kursi dan meja. Jadi, setiap tamu yang datang akan dipersilahkan duduk secara lesehan atau bersila di atas tikar bak ngom (sejenis tumbuhan ilalang yang ada di rawa lalu diproses dan dianyam) serta dilapisi dengan tikar pandan.

Saat melihat rumoh Aceh, kita akan menjumpai terlebih dahulu dengan bagian bawahnya. Bagian bawah ini akrab disebut dengan yup moh/miyup moh, yakni bagian antara tanah dan lantai rumah. Lazimnya dibagian bawah ini bisa kita dapati berbagi benda, seperti jeungki (penumbuk padi) dan kroeng (tempat menyimpan padi). Tidak hanya itu, bagian yup moh juga sering difungsikan sebagai tempat bermain anak-anak, membuat kain songket Aceh yang dilakoni oleh kaum perempuan,

Beranjak ke bagian dalam rumoh Aceh merupakan tempat dimana segala aktifitas tuan rumah, baik yang bersifat pribadi ataupun bersifat umum. Pada bagian ini, secara umum terdapat tiga ruangan, yaitu: ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang.

Ruangan depan atau disebut dengan seuramoe reungeun merupakan ruangan yang tidak berbilik (berkamar-kamar). Dalam sehari-hari ruangan ini berfungsi untuk menerima tamu, tempat tidur-tiduran anak laki-laki, dan tempat anak-anak belajar mengaji saat malam atau siang hari. Disaat-saat tertentu, seperti ada acara perkawinan atau acara kenduri, maka ruangan inilah yang menjadi tempat penjamuan tamu untuk makan bersama.


Ruangan tengah yang disebut dengan seuramoe teungoh merupakan bagian inti dari rumoh Aceh, maka dari itu banyak pula disebut sebagai rumoh inong (rumah induk). Sedikit perbedaan dengan ruang lain, dibagian ruangan ini terlihat lebih tinggi dari ruangan lainnya. Di ruangan ini pula akan kita dapati dua buah bilik atau kamar tidur yang terletak di kanan-kiri dengan posisi menghadap ke utara atau selatan dengan pintu yang menghadap ke belakang. Di antara kedua bilik itu terdapat pula gang yang menghubungkan ruang depan dan ruang belakang. Rumoh inong biasanya ditempat untuk tidur kepala keluarga, dan anjong untuk tempat tidur anak gadis.

Ruangan belakang disebut seuramoe likot yang memiliki tinggi lantai yang sama dengan seuramoe reuyeun, serta tidak mempunyai bilik atau sekat-sekat kamar. Fungsinya sering dipergunakan untuk dapur dan tempat makan bersama keluarga, selain itu juga dipergunakan sebagai ruang keluarga, baik untuk berbincang-bincang atau untuk melakukan kegiatan sehari-hari perempuan seperti menenun dan menyulam.Rumoh Aceh adalah rumah tradisional Aceh. Rumoh Aceh merupakan rumah panggung yang miliki tinggi beragam sesuai dengan arsitektur si pembuatnya, namun pada kebiasaannya memiliki ketinggian sekitar 2,5 - 3 meter dari atas tanah. Terdiri dari tiga atau lima ruangan di dalamnya, untuk ruang utama sering disebut dengan rambat.

Memasuki pintu utama rumoh Aceh, kita akan berhadapan dengan beberapa anak tangga yang

By Zoelfata. Diberdayakan oleh Blogger.